Tips Atasi Tangis Bayi Saat Berpisah dari Ibu


Berpisah dari anak terutama yang masih bayi adalah hal berat. Namun para ibu bekerja harus melakukan ini setiap hari. Masalahnya, hal itu menjadi semakin berat ketika bayi menangisi keberangkatan sang ibu ke kantor.

Bayi yang belum berusia enam bulan biasanya belum mengalami masalah tersebut. Mereka lebih mudah beradaptasi dengan orang baru yang mengasuh, selama kebutuhan mereka dipenuhi.

Anak-anak mulai merasakan cemas berpisah dari orantuanya ketika mereka memasuki usia 8 bulan dan setahun. Kecemasan ini muncul saat anak sudah mengerti konsep kehilangan. Kecemasan tersebut muncul karena bayi tidak mengerti kapan dan apakah Anda akan kembali atau tidak.

"Seorang bayi tidak memiliki kemampuan konseptual untuk mempercayai bahwa kita selalu akan kembali, sehingga ia merasa hilangnya kita seolah-olah itu suatu peristiwa yang mengancam," jelas Psikolog Anak Laura Markham, seperti dilansir Fit Pregnancy.

"DNA yang ada di dalam dirinya seolah membuatnya terjebak hidup di zaman batu. Bayi tidak tahu kalau dia sebenarnya aman berada bersama pengasuhnya. Baginya, saat Anda meninggalkannya, dia merasa terancam," tambahnya lagi.

Lantas bagaimana mengatasi kecemasan pada bayi saat ditinggalkan orangtuanya terutama ibunya itu? Berikut ini tips dari Markham:

1. Pastikan Anak Merasa Aman

Dari sejak dia lahir, pastikan Anda selalu merespon kebutuhannya dan tangisnya. Dengan melakukan hal tersebut, akan membuatnya percaya kalau dia dicintai sehingga dia bisa mengembangkan kemampuan menenangkan dirinya. Hal itu pun bisa membuatnya lebih mudah mengatasi kecemasan saat Anda tinggalkan,

2. Ajak Bermain

Lakukan permainan seperti petak umpet untuk mengajarkan anak tentang kekonstanan suatu objek. Permainan ini bisa membuatnya mengerti meskipun dia tidak bisa melihat objek tersebut, objek itu sebenarnya masih ada dan akan kembali lagi (sama seperti yang Anda lakukan saat bekerja).

3. Jelaskan Apa yang Akan Terjadi
Meskipun anak Anda masih sangat kecil, besar kemungkinan dia mengerti apa yang Anda katakan. Jadi jelaskan padanya kalau dia akan Anda tinggal bersama orang yang mengasuhnya (baby sitter atau saudara dekat atau neneknya) dan si pengasuh akan terus bersamanya selama dia butuhkan. Beritahukan juga tentang hal-hal menyenangkan yang bisa dia lakukan sepanjang hari bersama orang yang mengaushnya itu. Sebelum Anda pergi, katakan kapan Anda pulang dengan waktu yang dia mengerti misalnya setelah dia bangun tidur sore. Yakinkah dia kalau Anda pasti akan kembali.

4. Jangan Pergi Diam-diam
Jika Anda pergi diam-diam, tanpa pamit hanya karena tak mau membuatnya menangis, hal itu bisa memperburuk keadaan. Sebaliknya, pamitlah padanya dengan memberikan senyuman dan sekali lagi, yakinkan padanya semuanya akan baik-baik saja.

Terkait :