Perubahan Ibu Hamil dan Dampak pada Psikologis


Perubahan ibu hamil pada umumnya akan berdampak pada psikologis. Di masa kehamilan, para ibu hamil tentu akan mengalami perubahan fisik, baik itu naiknya berat badan, sampai membengkaknya kaki dan tentunya akan mempengaruhi keadaan psikologis sang ibu hamil. Namun dengan mengenali berbagai perubahan pada ibu hamil, Anda dapat lebih mempersiapkan kehamilan sehingga mampu menjalaninya dengan santai dan menyenangkan.

Ibu hamil dapat mencari berbagai informasi mengenai kehamilan, termasuk perubahan pada bentuk tubuh di setiap bulannya. Informasi dapat diperoleh dari konsultasi dengan dokter, pengalaman orangtua, saudara, ataupun teman. Untuk lebih detailnya, berikut beberapa perubahan-perubahan kondisi psikologis yang umumnya dialami ibu hamil :
Trimester pertama
  • Ibu hamil akan mengalami kondisi psikologis campur aduk, antara cemas, bahagia, dan keraguan mengenai kehamilannya. Sang ibu mengetahui bahwa ia hamil, namun masih ragu apakah benar-benar positif hamil atau tidak.
  • Dibutuhkan komunikasi yang baik antara pasangan suami-istri di trimester pertama ini, mengingat sang ibu hamil akan mengalami naik-turunnya emosi. Perubahan emosi yang mendadak ini dapat beresiko munculnya pertengkaran dan rasa tidak nyaman.
  • Kehamilan akan menyebabkan perubahan hormonal yang berarti akan mempengaruhi kondisi fisik sang ibu.
  • Morning sickness mungkin akan dialami oleh sebagian ibu hamil di bulan-bulan ini. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan dan pengertian sang suami untuk menjalani masa-masa ini.
Trimester Kedua
  • Ibu hamil merasa lebih tenang dan mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi fisik dan kehamilannya.
  • Di trimester kedua ini, bentuk tubuh sang ibu hamil mulai mengalami perubahan yang terlihat jelas. Untuk ibu yang memperhatikan penampilannya, kondisi ini mampu mempengaruhi psikologis dan emosinya.
  • Perubahan fisik yang terjadi di bulan-bulan ini juga dapat berpengaruh pada kehidupan seksual suami-istri. Untuk itu dibutuhkan penyesuaian agar hubungan seks dapat menyenangkan bagi keduanya.
  • Hubungan antara ibu dan bayi mulai terjalin di bulan-bulan ini, untuk itu ajaklah sang janin berbicara, mendengarkan musik. Dengan menjalin hubungan seperti ini, dapat mempengaruhi sang ibu agar lebih nyaman dengan kehamilannya.
  • Sadar atau tidak, di masa ini Anda akan melihat dan meniru peran ibu, disebabkan karena kebutuhan akan figur ibu yang semakin kuat.
  • Anda akan merasa semakin membutuhkan dan bergantung pada pasangannya.
Trimester Ketiga
  • Seiring semakin membesarnya kehamilan, stres yang dialami sang ibu pun akan semakin tinggi. Kondisi ini sering membuat Anda bermasalah dengan posisi tidur yang kurang nyaman dan menyebabkan Anda sering terserang lelah.
  • Emosi Anda juga akan kembali mengalami perubahan mendadak. Namun, di masa ini Anda akan lebih membayangkan resiko kehamilan dan proses kehamilan. Rasa takut akan membayangi Anda, baik itu takut akan kondisi sang bayi juga keselamatan saat persalinan.
Untuk menghindari stres, ada baiknya Anda perlu menenangkan diri, berserah, berdoa, berpikir semua akan baik-baik saja, dan tentu saja mempelajari perubahan ibu hamil. Dan yang terpenting, menikmati masa-masa kehamilan Anda.

Terkait :