7 Trik Sederhana Menyapih ASI


Ibu kerap kali direpotkan ketika harus menyapih ASI bagi buah cintanya tersayang. Biasanya anak jadi rewel dan sang ibu kadang merasakan sakit pada payudaranya, hal ini disebabkan ASI sang Ibu masih berproduksi sedangkan ASI-nya tersebut tidak bisa diberikan kepada sang bayi. Berarti ASI akan terus berada di payudara sang Ibu nah itu yang menyebabkan rasa sakit di payudara jika tidak segera dikeluarkan dengan memerah ASi secara manual. Hmm,,,tapi please not to worry about it ya bunda karena ternyata ada beberapa trik supaya proses penyapihan nyaman bagi bayi dan ibu juga.

Okay bunda,,,,berikut ini ada 7 trik sederhana menyapih ASI supaya proses penyapihan sukses tanpa nangis bombay, sakit hati maupun sakit di payudara:

1. Planning

Sebelum memutuskan menyapih sebaiknya rencanakan terlebih dahulu kapan waktu yang paling tepat untuk menyapih, jadi jangan mendadak. Coba bicarakan terlebih dulu dengan suami Anda. Lho koq suami? Iya bunda,,,proses penyapihan membutuhkan kerjasama yang baik terutama antara Ibu dan Ayah juga tentu saja sang bayi itu sendiri.

2. Adaptasi

Biasanya para Ibu berpedoman bahwa pemberian ASI Ekslusif adalah selama 6 bulan walaupun masih sebagian besar para Ibu yang memberikan ASI Ekslusifnya selama 2 tahun lamanya. Disapih bukan berarti lepas memberikan ASI sama sekali namun mengurangi pemberian ASI ibu kepada bayi. ASI tetap menjadi asupan utama tapi bayi juga perlu asupan MPASI untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Untuk itu pemberian ASI kepada bayi dikurangi perlahan-lahan agar bayi dapat beradaptasi bahwa sekarang dia tidak sepenuhnya hanya mengkonsumsi ASI saja, namun sudah ada asupan lainnya. Cara ini biasanya akan menurunkan produksi ASI. Jika ASI tinggal sedikit, umumnya bayi pun tidak mau menyusu lagi, karena rasanya juga sudah tidak seenak biasanya.

3. Konsisten

Disapihnya bayi kadang akan menimbulkan nafsu makannya mungkin akan terganggu, anak menjadi rewel. Dengan kondisi ini ibu sering tidak tega ataupun tidak sabar dan akhirnya kembali memberikan ASI. Tentu saja hal ini akan mengganggu proses penyapihan. Untuk itu ibu harus konsisten, kurangi jam-jam pemberian ASi dan berikan MPASI yang lebih bervariasi. Namun bukan berarti ibu harus memaksakan diri untuk tidak menyusui ketika sang bayi minta tapi selalu usahakan lakukan proses penyapihan dengan perlahan dan baik. Kuncinya kurangi frekuensi pemberian ASI secara perlahan dan bertahap.

4. Ajak Bicara

Sekalipun masih kecil, sedikit-sedikit bayi bisa mengerti maksud kita lho bunda, asalkan dijelaskan dengan bahasa sederhana dan lemah lembut. Coba mulai ajak bicara bayi Anda sebelum memulai proses penyapihan misalnya 1 atau 2 bulan sebelum penyapihan, jelaskan bahwa dalam waktu dekat dia sudah harus mengurangi ASI.

5. Tidur terpisah

Balita mau tidak mau belajar menahan diri untuk tidak menyusui di malam hari ataupun menjelang tidur. Dalam hal ini perlu kerjasama ayah seperti menemani tidur, agar bayi tidak rewel ketika pisah dengan ibunya. Sebaiknya jangan dibiasakan bayi tidur sambil diberikan ASI. Maksudnya kalau sedang minum ASI terus bayi tertidur itu tidak apa-apa tapi minum ASI jangan dijadikan syarat pengantar tidur.

6. Harus Sabar

Harus sabar ya bu… bila anak disapih tentu anak itu sendiri pun merasa tidak nyaman ataupun merasa ada sesuatu yang kurang untuk itu diperlukan pendekatan psikologis terhadap anak dan kesabaran yang tinggi dari sang ibu. Jangan cepat marah dan menyakiti secara fisik hal ini justru akan membuat anak tidak mau makan ataupun minum sama sekali. Ingat bayi Anda adalah anugerah jadi perlakukan anugerah luar biasa itu dengan penuh kasih sayang, jangan pernah sekalipun melakukan tindakan dalam penyapihan yang dapat membuat sang bayi “sakit hati”. What?? sakit hati? Betul bunda bahkan bayi Anda sudah di anugerahi-Nya lengkap dengan akal dan hati

7. Gantikan minum dengan dot

Ini untuk memberikan kemiripan minum melalui puting susu. Namun jangan sampai anak suka ngedot sampai usia 2 tahun. Usahakan usia 2 tahun anak sudah tidak minum dengan dot lagi. Atau bisa juga bunda tawarkan air putih atau susu coklat atau ajak main bayi Anda karena terkadang bayi Anda cuma merasa haus jadi berikan saja air putih. Pokoknya alihkan perhatian bayi Anda dari keinginan untuk menyusu ASI

So,,,bunda semoga bermanfaat yaa waktu menyapih anak Anda adalah sebuah pilihan subyektif lhooo,,,, semuanya tergantung Anda namun catatan dari saya coba cari waktu yang pas untuk menyapih. Jangan sapih ketika balita dalam keadaan kurang sehat. Saat bayi masih butuh menyusu sebagai rasa aman. Tunggu dulu sampai ia sembuh.

Terkait :